Cisco ITN v7: dampak jaringan, host dan perangkat, topologi, LAN/WAN/internet, koneksi ISP, jaringan andal (fault tolerance, QoS, keamanan), tren BYOD/cloud, dan profesi IT.
Komunikasi lewat jaringan sudah bagian kehidupan sehari-hari; jaringan menghubungkan komunitas global tanpa batas geografis.
Setiap komputer di jaringan disebut host atau end device. Server menyediakan layanan (email, web, file); client meminta data (browser, mail client, File Explorer).
Peer-to-peer (P2P): tiap node bisa client sekaligus server — mudah dan murah, tetapi kurang aman, sulit diskalakan, tanpa administrasi pusat.
End device = asal/tujuan pesan. Intermediary devices (switch, AP, router, firewall) meneruskan sinyal, menyimpan info rute, dan melaporkan error.
Diagram topologi memakai simbol perangkat. Istilah penting: NIC, physical port, interface (sering disamakan dengan port).
Physical topology = lokasi fisik kabel/perangkat; logical topology = alamat, port, dan alur data.
Skala: home/SOHO, medium–large multi-site, hingga internet (ratusan juta host). Access network rumah: modem DSL/kabel, router/NAT/firewall, Ethernet + Wi‑Fi.
LAN — area kecil, satu admin, bandwidth tinggi ke perangkat internal. WAN — area luas, biasanya operator ISP, menghubungkan LAN dengan link lebih lambat.
Intranet privat organisasi; extranet akses aman untuk mitra eksternal. Internet = internetwork LAN+WAN; tidak dimiliki satu pihak (IETF, ICANN, IAB).
View “nuts and bolts”: hosts di edge, packet switches (router/switch), link (fiber/tembaga/radio), protokol di mana-mana (HTTP, TCP, IP, Wi‑Fi, Ethernet).
1.5 Koneksi internet
Rumah/SOHO: kabel broadband, DSL, cellular, satelit (pedesaan), dial-up (legacy).
Bisnis: leased line, Metro Ethernet, business DSL, satelit — butuh bandwidth dan layanan managed lebih tinggi.
Converged network: data, suara, video satu infrastruktur dan satu set aturan (beda dengan jaringan terpisah per layanan).
Slide juga mengenalkan Packet Tracer untuk visualisasi topologi CCNA.
1.6 Jaringan andal
Empat pilar arsitektur jaringan: fault tolerance, scalability, QoS, security.
Fault tolerance: redundansi, deteksi kegagalan, recovery/failover, containment; packet switching + banyak jalur (bukan circuit-switched dedicated).
Scalability: tambah user/perangkat tanpa redesign total; performa stabil saat trafik naik.
QoS: bandwidth, latency, jitter, packet loss — penting untuk VoIP/video; router mengatur prioritas aliran.
Keamanan: infrastruktur fisik + information security; CIA — confidentiality, integrity, availability.